Ini masih saja soal hati. tapi bukan berarti otak tak ambil peranan. Semuanya pun diawali dari ketak sengajaan. Tak sengaja untuk mencoba memperhatikan, mengamati, memikirkan dan voilaa.... hati pun masuk. dari hanya ingin melihat sekejap lama2 seperti sakau bila tak update dengan keberadaannya.
Demi segala hal yang disebut kegilaan, aku mengakuinya dengan lapang dada untuk menyebut aku sudah tergila2 padanya. Dan ini terjadi tidk dengan agresivitas yang membabi buta. tapi bergerak dengan sangat smooth.. Begitu tak terdeteksinya gerakan ini hingga tanpa kusadari aku sudah terjatuh begitu dalam dan ia mengikatku begitu kencang sehingga tak mampu ku berlari menjauh. Jangankan untuk berlari, berpaling pun aku tak sanggup. Aku hanya terpaku, terdiam pada pesonanya. Aku terjatuh pada sebuah proses yang bernama cinta.
Aku tersadar semua proses cinta ini berproses di otakku. Dan bila otak, hati maupun semua yang ada di tubuhku adalah memancarkan gelombang, aku tak tahu apakah aku dengan sadar atau tak sadar mengirimkan gelombang ini untuknya. Apakah dia merasakan hal yang sama, aku.. sungguh tak tahu.
Mungkin untuk saat ini sebagaimana halnya semua proses ini terjadi di pikiranku, akan kubiarkan hal ini bermain-main indah di benak dan di seluruh bagian terpenting dalam sebuah mesin yang terwujud dalam tubuh fisikku. Kubiarkan bagian2 terpenting dari mesin ini bekerja sama dengan sangat solidnya untuk menghasilkan perasaan-perasaan yang indah, membahagiakanku tapi juga terkadang menyiksaku di saat yang bersamaan. Karena benar2 aku tak tahu harus berbuat apa dengan semua rasa yang kini memenuhi semu ruang di hati dan otak ku.
Untukmu yang disana semoga gelombang rasa dariku akan cukup kuat untuk mencapaimu..